7 Cara Mengatasi Anak Yang Tidak Jujur

Posted on

Kadang kala anak berbuat bohong, karena takut dimarahi oleh orang tuanya. Sayangnya kalau dibiarkan maka bisa berkembang lebih parah hingga mereka dewasa. Untuk itu, nilai kejujuran harus ditanamkan sejak dini. Sehingga mereka memahami pentingnya kejujuran dan konsekuensinya bila sampai berbohong. Nah, bagaimana  cara mengatasi anak yang tidak jujur?

1. Anda Harus Jadi Teladan Bagi Anak

Orang tua adalah model paling tepat untuk dijadikan teladan bagi anak. Jadi Anda harus bisa memberikan contoh yang tepat, sebagai bukti tindakan jujur itu penting. Sebagai contoh saat mau masuk arena pertunjukan tertentu. Sedangkan ada aturan kalau usia tertentu terkena tarif normal seperti orang dewasa. Namun, karena Anda tidak mau membeli tiket untuk buah hati, maka berbohong kepada petugas tiket terkait usia anak.

Tindakan itu bila diketahui oleh buah hati, maka akan menirunya dengan cara dan kondisi berbeda. Oleh karena beranggapan kalau tindakan tidak jujur itu tidak bermasalah. Jadi anak akan menganggap berbohong adalah hal biasa agar bisa mendapatkan apa yang diinginkan.

2. Jelaskan Arti Pentingnya Kejujuran

Orang tua bisa menjelaskan dengan bahasa yang sederhana kepada buah hati, terkait dengan pentingnya bersikap jujur dan menjauhkan diri dari tindakan berbohong. Berbohong dengan tujuan apapun biasanya berimbas pada kondisi buruk sehingga harus dihindari. Sedangkan sikap jujur selalu menjadi keutamaan, karena tindakan yang terpuji. Berikan contoh terkait kerugian berbuat bohong, dan keuntungan berbuat jujur. Agar setiap penjelasan Anda bisa dipahami dan diterapkan dalam kesehariannya.

3. Jelaskan Risiko Bersikap Bohong

Takut dimarahi, takut mendapatkan hukuman, berharap bisa mendapatkan kemudahan dan sebagainya adalah beberapa alasan kenapa anak berbohong demi melancarkan keinginannya. Kalau ternyata buah hati berkata bohong, maka penting untuk segera meluruskan tindakannya. Jelaskan terkait konsekuensi atas tindakan tercela tersebut. Bisa mendatangkan kerugian bagi orang lain, dan dirinya sendiri. Karena bisa saja tindakan bohongnya berujung pada pelanggaran hukum yang berlaku.

4. Berkonsultasi Dengan Psikiater

Bisa saja perilaku bohong  pada anak sudah menjadi kebiasaan. Anda sebagai orang tua sudah memperingatkan atas resiko atau bahayanya. Akan tetapi sang anak seperti tidak peduli dengan hal tersebut. Sehingga terus saja mengulangi perbuatan berbohongnya kepada siapa saja. Kalau Anda merasa sudah angkat tangan dengan tindakan anak, sebaiknya minta bantuan profesional. Berkonsultasilah dengan psikiater, untuk mencari solusi terbaiknya sebagai cara mengatasi anak yang tidak jujur.

5. Berikan Pemahaman Alasan Berbohong

Bagi anak para sekolah mereka mungkin sering berbohong. Tapi bukan karena menutupi kesalahannya di mata orang lain. Namun, kebohongan yang dilakukan adalah hanya sebatas fantasi mereka. Jadi tidak benar-benar dilakukannya. Nah, tentunya hal itu sangat berbeda dengan tindakan berbohong yang sesungguhnya. Jadi jelaskan kepada anak terkait perbedaan berbohong antara fantasi dan realitasnya.

6. Jelaskan Bahaya Bersikap Bohong

Tindakan bohong untuk menutupi kesalahan sudah pasti akan berujung tidak baik. Sebab buah hati bisa dibenci orang lain, tidak memiliki teman, tidak dipercaya lagi oleh orang lain, dan bisa saja mendapatkan balasan dari orang lain. Agar jera dan tidak melakukan sikap berbohong lagi, anak harus diberikan pemahaman terkait dengan risiko atau bahaya tersebut. Jangan sampai anak berbuat bohong dan terus mengulanginya.

Oleh karena konsekuensinya sangat berat. Sebab orang yang sudah ketahuan suka bohong, maka sulit mendapatkan kepercayaan dari orang lain. Akibatnya sangat fatal, karena orang lain akan menjauh dan tidak memberikan pertolongan apapun. Padahal di saat anak Anda sangat membutuhkannya, dan tidak sedang melakukan kebohongan.

7. Jangan Panggil Anak Sebagai Pembohong

Saat marah biasanya tanpa sengaja Anda memanggilnya pembohong. Rasa kesal ini biasanya karena sang buah hati berulang kali mengulangi perilaku buruknya itu. Meskipun masih saja melakukan kebohongan, tapi bisa saja dia tetap bertekad untuk tidak melakukannya lagi. Bisa jadi juga karena sudah jujur, namun Anda tidak menerimanya dan tetap menganggapnya sebagai kebohongan.

Sehingga Anda pun mengatakannya sebagai pembohong. Sehingga anak yang sudah bersikap jujur, bisa kembali berbohong karena usahanya dinilai sia-sia. Buah hati kemudian kembali lagi melakukan kebohongan, karena mengikuti panggilan yang diberikan orang tuanya.  Jadi sangat penting untuk memahami cara mengatasi anak yang tidak jujur ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *